|
Oleh Juan Sentani
|
Ada anak satu, de kasih tau ke de punya mama kalau segala sesuatu tidak berjalan seperti yang de harapkan. De dapat nilai jelek dalam raport, putus dengan de punya pacar, trus de punya sahabat terbaik berangkat keluar negeri lagi.
Pas waktu itu de punya mama ada buat kue. de mama tawar ke anak itu “ anak, ko mo rasa kue sedikit k??”. Dengan cepat anak itu de jawab: “Tentu saja, I love your cake. Mama punya kue itu selalu enak enak”
“ini, pertama coba ko rasa mentega dulu”, de punya mama bilang
“Yaiks” anak itu bilang sambil bikin muka tra baik.
de mama tanya lagi: “Bagaimana dgn telur mentah??”
“You’re kidding me, Mom.” Anak de jawab versi Inggris.
de mama tetap tanya lagi: “Mo coba tepung terigu atau baking soda??”
anak jawab: “Mama, semua itu menjijikkan”.
Langsung de mama jawab, “ya, semua itu memang kelihatan tra enak kalo anak liat satu persatu. Tapi jika dicampur jadi satu melalui satu proses yang benar, akan menjadi kue yang enak”.
Renungan dari bacaan.
Tuhan bekerja dengan cara yang sama. Seringkali kita bertanya, kenapa Dia biarkan kita melalui masa-masa yang sulit dan tidak menyenangkan. Tapi Tuhan tahu jika Dia membiarkan semuanya terjadi satu persatu sesuai dengan rancanganNya, segala sesuatunya akan menjadi sempurna tepat pada waktuNya, kita hanya perlu percaya. Proses ini diperlukan untuk menyempurnakan hidup kita. Coba liat, Tuhan sangat mencintai kita. Dia mengirimkan bunga setiap musim semi, sinar matahari setiap pagi. Setiap saat kita ingin bicara, Dia mendengarkan. Dia ada setiap saat kita membutuhkanNya, Dia ada di setiap tempat, dan Dia memilih untuk berdiam
|
Komentar