Rabu, 08 Sept 2010

Pesan terbaru: 5 jam, 26 menit yg lalu
  • Christien : papuaaaa... Sa rinduu skaliii
  • saireri : siang bro Rudolf pakabar
  • Rudolfo : slamat ol juga buat odul dan my cia
  • chey : iya bapade....
  • Rudolfo : pagi chey.. juga ayari mat aktivitas
  • chey : met pagi juga Youtefa.....
  • Youtefa : slamat aktifitas allpapuanlovers, juga buat sist ayari
  • Adel Suri : Mt sore ;'mua...^_*
  • Youtefa : utien.. sa permisi dlu ee.. mau ke pante jadi.. makasih... sukses slalu
  • Utien : siang juga...kaka yotefa...dan semuanya

Register atau login dulu

Oleh Dayanara Meimosaki   
tamu
Catatan tentang Hujan
Artikel & Berita -
Senin, 11 Jan 2010 07:04

Sebuah catatan tentang hujan (dan mengapa aku suka hujan)!

 

Mereka bilang aku seorang pemimpi

Karena memimpikan hujan yang jatuh dalam ruang.

 

Mereka bilang aku seorang pemimpi

Karena memimpikan mencium tetes pertamanya yang jatuh.

 

Mereka bilang aku seorang pemimpi

Karena memimpikan menyapa hujan dalam bahasa asing yang tak mereka kenal

 

Mereka bilang aku seorang pemimpi

Karena  memimpikan menari bersama hujan di pagi hari

 

Tapi …

 

Tahukah kau mengapa aku suka hujan?

Tahukah kau mengapa aku merindukan kecupannya yang jatuh menyapa bumi?

Tahukah kau mengapa aku ingin menari bersama dalam tariannya yang menggila?

Tahukah kau mengapa aku ingin bermain bersamanya?

Tahukah kau mengapa aku rindu menyapanya di pagi hari?

 

Aku bukan seorang pembohong

Aku bukan seorang yang kehilangan pikiran

Aku bukan seorang yang tersesat

Pun bukan yang terhilang

 

Aku jatuh cinta padanya

Aku tergila – gila padanya

Aku merindukannya

Aku memimpikannya

 

Aku tergila – gila padanya

Karena ia membuatku membaui aroma tubuh bumi

Yang terpapar udara dan menembus indera penciumanku

Membuatku dan bumi menyatu

 

Aku cinta mati padanya

Karena ia membuatku merasa begitu seksi

Saat tetes –tetesnya menyentuh tubuhku

Membuatku dan alam menyatu

 

Aku tertawa bersamanya

Karena ia mengajariku menghitung tiap berkat yang kupunya

Kala tetes yang jatuh menembus pori bumi

Berbagi kehidupan.

 

Anggap saja aku bagai kawanan manusia di belahan Afrika,

Kawanan manusia di belahan Asia Selatan

Kawanan manusia di dataran gurun Timur Tengah

Pun kawanan manusia di tempat – tempat terkering di muka bumi.

 

Yang memuja hujan

Yang berteriak menjerit padanya

Yang menari menggila memanggilnya

Yang tertawa riang dalam debu tebal menunggunya

 

Kau tak akan pernah mengerti

Kau tak akan bisa memahaminya

Kau tak akan pernah melihatnya (seperti aku menggilainya)

 

 

Hujan …

Tangis para dewi ataukah awan yang kelelahan berlari

Hujan

Keringat para dewa ataukah pengembunan massa air

 

Hujan …

Begitu seksi, begitu elegan

Begitu dingin, begitu mencekam

Begitu becek, begitu berlumpur

Begitu basah, begitu lembab

Begitu liar, begitu lembut

Dan aku pun tak tahu lagi

 

Satu yang pasti,

Aku pecinta hujan.

Panggil aku pecinta hujan pagi.

 

Karena aku tahu,

Hujan membuatku dekat dengan Tuhan.

Usai hujan pelangi kan menyapa;

Janji Tuhan di langit!

 

Dan aku kan berada di sana,
Usai hujan pagi.

M-E-N-U-N-G-G-U lelaki pelangi!

(Canberra/ 8 Januari 2009/ Seseorang yang merindukan aroma hujan tropis bercampur garam khas Manokwari)

 

Komentar 

 
#3 kokoda1942 2010-02-09 10:01
Bapade Rudolfo... bisa jd pengit kaaa... bearti bapade niii warna niii.... sy salut. memang>>>>>> bapade trada yg blog...
 
 
#2 kokoda1942 2010-01-13 04:59
Usai hujan munculah pelangit... maka berkat TUHAN selalu ada, tp kadang2 manusia tidak mengambil hikmahnya... Salam Cinta Damai
 
 
#1 Rudolfo 2010-01-13 03:56
waw.... akulah pelanginya :-)

tulisan yang bagus.
 

Login/ Register untuk kase komentar

 
 44 Online 

Komin terbaru

Aktivitas terbaru

Kemarin
Steve Zhorong HC menulis di Steve Zhorong HC pu dinding
10:46 PM
firumi.combrove dan Miss Boa Vista kini berteman
04:50 PM
Rizkha dan Miss Boa Vista kini berteman
04:50 PM
ftungkoiye dan Miss Boa Vista kini berteman
04:50 PM
Steve Zhorong HC menulis di Steve Zhorong HC pu dinding
03:30 PM
Sue upload avatar baru
02:07 PM

Koment Terbaru

Kode Etik | Manajemen | Hubungi Yaswarau | Panduan Web |
Copyright © 2007-2010 Yaswarau - Allpapuanlovers . All rights reserved
Port Numbay - Papua