|
Hari itu tanggal 29 Oktober 2011,
Setelah sa dengar dari tetangga, setelah sa tanya ko tentang dia, ko bilang ko pun sudara yang ko urus untuk
kerja di salah satu perusahaan yang ada di kota Serui, tapi sa tidak puas kemudian sa tanya ko pun keluarga tentang dia
dan itu jelas di sa pun telinga dua ini bahwa dia "perempuan" yang selama ini ko simpan dalam ko pun rumah adalah
ko pun " istri ".......
Rasanya hati ini tercabik, luka yang sangat dalam yang ko buat untuk saya.........
Ko tega lakukan hal ini ko simpan dia dalam ko pun rumah tapi ko datang untuk saya seakan - akan ko itu laki - laki yang terbaik untuk saya.....
Sakit...........dan terlalu sakit hati ini di mana ko pun perasaan, semua itu sudah hilang..... selama empat tahun tong dua pun hubungan
berjalan dengan baik walaupun ko pun orang tua tidak izinkan tapi ko tetap berikan ko pun cinta dan perhatian buat saya
sehingga sa pun keluarga tahu bahwa ko ko adalah laki - laki yang punya tanggung jawab yang mencntai saya dengan sepenuh hati.....
Ternyata di balik semuanya itu sa tidak tahu ko pun orang tua terlalu egois, ko pun orang tua suruh ko kawin dengan dia perempuan yang
ko pun orang tua pilih.....
Sa rasa ini bukannya zaman orang tua menjodohkan anak semaunya orang tua.......ko selalu bilang ke saya bahwa ko pun cinta dan sayang
hanya untuk saya dan cuma saya yang ada dalam ko pun hati,..... Kenapa ko tidak bisa ambil keputusan???.....
Hari itu tanggal 31 Oktober 2011,
Sa ingin antara tong dua pisah secara baik - baik meskipun sa pun hati hancur sa masih bicara dengan ko, sa hanya ingin semua ini harus berakhir
dengan baik biar ko hidup bahagia dengan dia, dan bisa menyenangkan ko pun orang tua pun hati, sa ikhlas, sa rela biar sakit ini sa yang tanggung,
biar luka ini terus membekas di hati.....Jujur sa tidak sanggup lihat ko ada di depan sa pun mata, karna dalam hati ini cuma ko saja dan ko yang terakhir
dalam sa pun hidup,..... semoga kam dua hidup bahagia selamanya, tapi ko ingat bahwa ko dengan dia senang dan bahagia di atas sa pun " Pengorbanan"
|
Komentar